Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Kamis, 17 Agustus 2019
 
Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian Berbiaya Nol dengan Andhra Pradesh
Senin, 28 Januari 2019 - 02:09:27 WIB
Menko Maritim RI Luhut B Pandjaitan (jas hitam)

Davos, HarianTimes.com - Saat menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming, pada Selasa (22/01) di Davos Swiss, Menko Luhut B Pandjaitan berkomunikasi via sambungan video Davos-New Delhi dengan N. Chandrababu Naidu selaku Chief Minister of Andhra Pradesh, sebuah negara bagian (state) di India.

Pembicaraan keduanya adalah mengenai kerja sama pertanian alami berbiaya nol atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF).

"Kami akan mengirim perwakilan 6 Kabupaten bulan depan ke Andhra Pradesh. Kami harap mereka dapat dilatih dalam satu kurun waktu sehingga mereka bisa bawa pulang teknologi dan pengetauhan tersebut ke Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kualitas petani Indonesia," ujar Menko Luhut yang menginginkan implementasi riil dan cepat dari kerja sama tersebut.

"Kami mau mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan tingginya biaya yang harus ditanggung petani," komitmen Menko Luhut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.

"Saya percaya ini bisa membantu Indonesia mengurangi kemiskinan. Kami ingin bergerak cepat," ungkap Menko Luhut lebih lanjut tentang implikasi kerja sama ini.

"Indonesia dan India memiliki kesamaan nasib, yaitu subsidi pupuk kimia. Jika kita bisa survive lebih baik tanpa subsidi dan bahkan tanpa pupuk kimia, maka itu adalah sebuah solusi yang win-win terutama untuk planet ini," dukung Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan. Dia berharap Indonesia dan Andhra Pradesh dapat berkolaborasi demi kebaikan bersama dan dunia.

Program ZBNF

ZBNF adalah sebuah program yang menjauhkan para petani dari penggunaan bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan Agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan.

Pemerintah Andhra Pradesh sendiri telah mengimplementasikan program ini sejak 2016 dengan melibatkan 40.000 petani. Jumlah ini berkembang menjadi 523.000 orang petani pada 2018.

Dengan ZBNF, produksi padi di Andhra Pradesh dapat ditingkatkan sampai 15%, kacang tanah 26%, sedangkan kapas 10%.

Sejalan dengan SDG

Belajar dari penanganan pencemaran Sungai Citarum di Jawa Barat, limbah pertanian ternyata juga penyumbang polusi yang dialirkan menuju ke laut. 

Oleh karena itu ZBNF menjadi perhatian Menko Maritim. Karena dengan dikuranginya penggunaan zat kimia dalam pertanian, maka polusi ke laut juga dapat dikurangi.

Hal ini sejalan dengan SDG nomor 14 yang berbunyi, "Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development" (Pemanfaatan laut, samudera dan sumber daya kelautan yang lestari dan berkelanjutan untuk pengembangan berkelanjutan). Dengan demikian, perairan yang bersih merupakan keniscayaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. (*/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian Berbiaya Nol dengan Andhra Pradesh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Menteri Siti Jadikan Dialog Sebagai Budaya Kerja
    02 Pengurus NPC Meranti Jaring Atlit Difabel Berpotensi
    03 FJPI dan UIR Seminarkan RUU KUHP
    04 SMP Kristen Kalam Kudus Selatpanjang Taja Bulan Bahasa
    05 PPID Pemprov Riau Berkolaborasi Dengan KI
    06 Masyarakat Bukit Batu Tolak Unjuk Rasa Anarkis Terorisme dan Faham Radikalisme
    07 Kabut Asap Masih Selimuti Negeri Jalur, LAMR Kuansing Bagikan Seribuan Masker Gratis
    08 Legislator Termuda Meranti Ajak Pemuda Berperan Aktif dan Kreatif
    09 Masyarakat Kuansing Serukan Anti Unras Anarkis, Terorisme dan Radikal
    10 Pengurus DPC LAN Meranti Audiensi dengan Wabup
    11 Tujuh Pemuda Tebing Tinggi Diciduk Polres Meranti
    12 Apakah Akan Maju? Jontikal : DPP Demokrat Yang Tentukan
    13 Dirut BPJS Kesehatan Paparkan implementasi Program JKN-KIS
    14 Bupati: Segera Susun Rencana APBDes untuk Dijalankan Tahun Depan
    15 Turnamen PBSI Cup 2019 Berhadiah Total Rp9.5 Juta
    16 Wabup: Hati-Hati dalam Pengunaan Dana Desa
    17 Rambo: Saya Siap Maju
    18 Edu: Saya Tidak Teken Selama Belum Selesai
    19 YH : IAPPIL UR Dukung Pelantikan Presiden dan Wapres RI
    20 Bupati: Persatuan dan Kesatuan yang Terbina Selama Ini Perlu Kita Jaga
    21 Tahun ini, Pemerintah Pusat Anggarkan Rp6,6 Miliar
    22 Tiga Siswa MAN Insan Cendekia Siak Harumkan Nama Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public