Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 22 Agustus 2019
 
99 Persen Karhutla Hasil Ulah Tangan Manusia
Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
Kamis, 11 Juli 2019 - 07:22:25 WIB
Kepala BNPB Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini 99 persen penyebabnya karena hasil ulah tangan manusia.

Bahkan, ada ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengatakan 100 persen kebakaran tersebut disebabkan manusia.

"Saya katakan 99 persen karhutla yang terjadi disebabkan oleh manusia," tegas 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Untuk mengatasi permasalahan ini, tandas Doni, satuan tugas (satgas) pencegahan karhutla harus melakukan pendekatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, khususnya bagi mereka yang ada di daerah yang masuk kawasan rawan terbakar. Tujuannya, supaya tidak ada lagi aktivitas membakar lahan dan hutan.

"Apabila sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan tidak juga berhasil menyadarkan manusia, maka berapapun anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk mengatasi karhutla akan sia-sia saja. Karena itu, satgas harus bisa mengajak rakyat dan mempengaruhi mereka supaya tidak mau membakar lagi. Baik itu sengaja, maupun tidak sengaja dan termasuk mereka yang sengaja membakar karena dibayar. Tetapi kalau langkah-langkah ini tidak juga berhasil, maka polisi harus berani menegakkan hukum," tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, tahun ini diprediksi kemarau relatif panjang, meski tak seperti 2015 lalu. Karena itu provinsi yang selama ini menjadi langganan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan perlu ada persiapan dini. 

Terlebih, tanah gambut di Riau memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Gambut di Riau bisa mencapai puluhan meter yang jika terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan. Untuk itu, perlu melakukan antispiasi sedini mungkin sebelum terjadinya Karhutla, yakni dengan melakukan pencegahan. Dan pencegahan sangat diutamakan. Mengingat potensi Karhutla terjadi diyakini 99 persen karena ulah manusia. Karena itu, pendekatan bersifat humanis terhadap masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan unsur lainnya. 

"Utamakan pencegahan, bukan penanggulangan. Kebakaran ada dua faktor yakni karena alam dan manusia. Berdasarkan hasil kajian dari alam kecil hanya 1 persen. Sementara 99 persen manusia," katanya.

Meski Karhutla 99 persen disebabkan ulah manusia, namun Doni menyebutkan, ulah manusia dimaksud tidak hanya karena adanya pembukaan lahan untuk membuka perkebunan warga secara tradisional. Tetapi juga karena adanya warga yang sengaja dibayar untuk tujuan tertentu. 

Doni tak menegaskan siapa yang menyuruh warga membakar lahan termasuk untuk kepentingan apa. Namun dengan dua hal itu diyakini penyebab kenapa persoalan Karhutla di Riau terus berulang setiap tahunnya.

Meski diakui Karhutla di Riau yang dulu pernah beberapa kali sampai ke negara tetangga, kiki sudah mulai bisa diatasi. Tetapi adanya Karhutla yang terus terjadi setiap tahunnya menegaskan cara-cara membakar lahan yang menyebabkan terjadinya Karhutla.

Tercatat sejak awal tahun hingga bulan Juli ini, lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 3.429,89 hektar. Dari ribuan hektar kawasan yang terbakar tersebut, paling luas  terdapat di Kabupaten Bengkalis, yakni dengan luas 1.435.83 hektar.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sekda Meranti: Jaga Sportifitas dan Fair Play
    02 LPPM UIR Undang Prof Maizirwan Mell
    03 Rektor : Dosen dan Pegawai Gratis Berobat di 10 Rumah Sakit
    04 Turun Mandi, Bamba : Alhamdulillah Andalan Beringin Taluk Peringkat Ke 6
    05 Mardansyah : Alhamdulillah, Jalur Andalan PTSP Naker Sang Jawara Tepian Rajo 2019
    06 DLHK Riau dan KLHK RI Langsung Turun Beri Penilaian
    07 Menteri LHK: Disebabkan Persoalan Berlapis di Tingkat Tapak
    08 Bupati Berpesan ke Khafilah Tetap Jaga Kondusifitas
    09 Hari Ini, 110 Calon Anggota PWI Riau Ikuti Orientasi
    10 Wabup Lantik Dewan dan Majelis Hakim MTQ XI Tingkat Kabupaten Meranti
    11 Rustam: Ini Merupakan Tanggungjawab Kita Bersama
    12 Syoffaizal: Akan Berjalan Pada APBD Perubahan Tahun Ini
    13 AKP Teguh Wiyono: Kita Terus Melakukan Sosialisasi ke Masyarakat
    14 Wabup Meranti Buka Festival Pangan Lokal Bergizi Seimbang 2019
    15 Satlantas Polres Meranti Serahkan Tersangka dan BB ke JPU Kejari
    16 Gebu Minang Riau Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Jalan Delima
    17 Welly: Petugas Sudah Berkali-kali Melakukan Penertiban
    18 Dua Oknum Pejabat Dishub Ditahan Kejari Meranti
    19 Kejari Rohil dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU
    20 PLN Roadshow ke SMKN 5 Pekanbaru
    21 Defino: Pak Desmianto Bersikap Persuasif
    22 Halim Lobi Prabowo
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public