Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 24 Agustus 2020
 
Perkantoran Disarankan Jadi Posko Pengungsian Korban Asap
Sofyan Siroj: Sebagian Besar Masyarakat Kita Rumahnya Tidak Ber-AC
Jumat, 13 September 2019 - 13:38:09 WIB
Anggota DPRD Riau Sofyan Siroj.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Anggota DPRD Riau Sofyan Siroj menyarankan kantor-kantor pemerintah yang memiliki Air Conditioner (AC) dijadikan posko pengungsian korban kabut asap.

Selain ruangan berAC, tentu juga ruangan tersebut mesti memiliki ventilasi udara yang baik.

"Sebagian besar masyarakat kita rumahnya tidak ber-AC dan rumah-rumahnya langsung terbuka. Jadi udara yang ada di rumah mereka seperti yang di luar. Dan ini sangat rentan sekali. Jadi ada baiknya memanfaatkan perkantoran pemerintah yang sangat bagus. Karena kondisinya sudah berbahaya," ujar Sofyan Siroj kepada Pers, Jumat (13/09/2019).

Menurutnya, hal itu diperlukan (ngungsi ke perkantoran) dan merupakan langkah penanganan jangka pendek dimana pro aktif pemerintah daerah serta pemerintah pusat sangat diperlukan. Sedangkan jangka panjang ialah digesanya kajian intensif atas persoalan yang terjadi berulang kali. Cari akar persoalan dan pihak - pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, diperlukan pendekatan kebijakan anggaran, antisipasi, baik sebelum maupun sesudah.

Jadi sekarang, lanjut Sofyan Siroj anggota legislatif daerah pemilihan Kota Pekanbaru ini, membuka posko - posko penampungan dengan menggunakan fasilitas negara atau perkantoran pemerintah. Prioritaskan kaum ibu - ibu yang sudah lansi, hamil dan anak - anak. Alumni Al Azhar Cairo ini juga meminta perusahaan - perusahaan yang ada di Riau pro aktif dan meningkatkan partisipasi kepeduliannya.

"Kita semua harus bergerak cepat dalam menangani bencana kabut asap yang terjadi, kondisi saat ini sudah pada level berbahaya bagi masyarakat yang terdampak. Pemerintah harus memberikan langkah kongkrit, begitu juga dengan berbagai perusahaan yang ada di Riau. Karena ini bukan saja berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi semua sektor akan dirugikan dengan nilai yang sangat besar," sebut Sofyan Siroj.

Disinggung posko yang dibuka PKS, Sofyan Siroj membenarkan hal itu. Ia menyebutkan posko pengungsian tesebut akan diprioritaskan bagi lansia, balita dan ibu hamil. Kedua, posko pelayanan kesehatan yang dibuka untuk umum. Meski dalam dua hal yang terpisah, tatapi tetap dalam rangka penanganan korban terpapar penyakit akibat kabut asap.

"Pemerintah daerah, pemerintah pusat, perusahaan - perusahaan, harus mengoptimalkan semua potensi yang ada. Jangan sampai korban bertambah. Begitu juga unsur lainnya termasuk partai - partai, organisasi dan semuanya, perbanyak posko yang representative. Perkantoran salah satunya," terang Sofyan Siroj.
 
Seperti diketahui, jarak pandang pagi ini di Kota Pekanbaru hanya 300 meter. Penurunan jarak pandang ini akibat kabut asap dari sisa kebakaran hutan dan lahan yang terhadi Riau dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera.
 
Data ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Badan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Jumat, 13 September 2019. "Potensi penurunan  jarak pandang itu akibat kekaburan  udara karena asap dan haze," ungkap Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki.
 
Kondisi yang sama juga terjadi di Kota Rengat Inhu, dimana jarak pandang hanya sekitar 300 meter. Di Pelalawan justru jarak pandang lebih pendek yakni sekitar 200 meter. Sedangkan di Dumai 400 meter.  Secara keseluruhan jarak pandang ini terganggu akibat asap.
 
Dia menjelaskan, titik panas (hotspot) di Riau hari ini terpantau sebanyak 239 titik dari 1.319 hotspot yang muncul di Sumatera dengan tingkat kepercayaan >50%. Sedangkan 239 hotspot itu tersebar disembilan daerah di Provinsi Riau.
 
"Terbanyak hotspot disumbangkan oleh Sumsel dan Jambi dengan masing-masing jumlah 537 dan 440 titik panas di derah itu," ungkapnya.(*)


Editor: Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Sofyan Siroj: Sebagian Besar Masyarakat Kita Rumahnya Tidak Ber-AC
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pemkab Meranti Akan Terapkan Sistem Penggajian Single Salary dan Pemangkasan Birokrasi
    02 Edwin: Lahan Masyarakat dengan Indikasi Unsur Kesengajaan
    03 RAPP Kampanyekan "Dari Sampah Menjadi Berkah dan Emas"
    04 Zapnil Helmi : Gubri Berikan Bantuan 220 Ribu Benih Ikan
    05 Gubri : Semoga Porprov Nanti Bisa Berkontribusi Terhadap Masyarakat
    06 Silaturahmi Masyarakat Baserah Untuk Percepatan Pembangunan
    07 Desa Ujung Tombak Pembangunan, Jhon Pitte Alsi : Jangan Minder Dengan Media
    08 LPMP Tunjuk SMPN 34 Pekanbaru Sebagai Sekolah Model SPMI
    09 Jokowi: Saya Akan Terus Bagikan ke Rakyat Kecil
    10 Kunni: bukan Mengerdilkan Diri, Apalagi Bersaing dengan Lelaki
    11 Menteri Siti: Negara Tidak akan Lemah Pada Penjahat Lingkungan
    12 Syamsidir Atan Mandau Terpilih Lewat Jalan Musyawarah Mufakat
    13 Dewan Pers Berikan UKW Gratis untuk 480 Wartawan
    14 Atal S Depari: Kami Menolak Adanya Pasal 18 Ayat (4)
    15 29 Februari, PWI akan Gelar Porwada Catur
    16 PWI Meranti Gelar Pelatihan Jurnalistik Industri Hulu Migas
    17 Karantina Wilayah Kerja Selatpanjang Musnahkan 681 Kg Buah Asal Malaysia
    18 Presiden Jokowi: Kalau Mereka Ngurus Izin, Tolong Dipermudah
    19 Amril: Tolong Jaga Marwah Organisasi
    20 M Nuh: Proses Verifikasi Faktual SMSI Sedang Proses Tahap Akhir
    21 Dispar Riau Sosialisasikan Pergub Pembentukan BRCN
    22 Sabtu, DPD Kosgoro 1957 Pekanbaru akan Dilantik
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public