Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Selasa, 28 Agustus 2020
 
Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Illegal Logging
Resort Teluk Meranti Pasang Papan Larangan di SM Kerumutan Utara
Rabu, 15 Januari 2020 - 17:15:21 WIB
Resort Teluk Meranti dibantu personil Resort lainnya di Bidang Wilayah I Balai Besar KSDA Riau memasang papan larangan di kawasan SM Kerumutan Utara.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Resort Teluk Meranti dibantu personil Resort lainnya di Bidang Wilayah I Balai Besar KSDA Riau memasang papan larangan di kawasan SM Kerumutan Utara.


Pemasangan papan larangan ini guna menindaklanjuti kegiatan operasi penertiban illegal logging di kawasan SM Kerumutan Utara.


"Bersama Babinsa setempat, Babinkantibmas, dan aparat Kecamatan Teluk Meranti, tim melakukan persiapan dalam rangka pemasangan plang larangan. Tujuan pemasangan ini untuk pencegahan illegal logging dan sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan," sebut Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono didampingi Kepala Bidang Wil. I Balai Besar KSDA Riau Andri Hansen Siregar dan Kehumasan Dian Indriati kepada media, Rabu (15/01/2020).


Suharyono mengungkapkan, jumlah papan larangan yang telah terpasang 14 unit. Dipasang mulai dari pintu masuk kawasan SM Kerumutan Utara, perbatasan Desa Teluk Binjai dan Teluk Meranti kurang kebih 800 meter sebelum masuk batas kawasan SM Kerumutan, tepat di pal batas SM Kerumutan (kiri-kanan sungai Kerumutan) dan diteruskan ke arah selatan di sepanjang kiri kanan sungai Kerumutan yang menjadi tempat perakitan kayu dan lokasi pembalakan liar di dalam kawasan SM Kerumutan.


"Pemasangan juga dilakukan di lokasi parit/kanal yang menjadi akses keluar kayu ilegal di dalam kawasan SM Kerumutan. Yaitu di parit Rijal Desa Teluk Binjai dan Kelurahan Teluk Meranti, di Parit Mega dan Parit Pago," beber Suharyono.


Bagi masyarakat, sebut Suharyono, penting diketahui bahwa kawasan ini merupakan kawasan milik negara. Dimana dilarang untuk memasuki dan melakukan aktivitas tanpa izin Balai Besar KSDA Riau sebagai pengelola kawasan.


"Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan, bagi siapapun yang melanggar akan dikenai sanksi. Bagi pelanggaran perorangan dikenai sanksi hukuman penjara maksimal 15 tahun dan/atau denda maksimal Rp10. 000.000. Dan bagi koorperasi hukuman penjara maksimal 20 tahun dan/atau denda maksimal Rp20.000.000," terang Suharyono.(*)




 
Berita Lainnya :
  • Resort Teluk Meranti Pasang Papan Larangan di SM Kerumutan Utara
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Wabup: Tidak Ada Hubungan dengan Ritual Keagamaan
    02 Batang Peranap Tuan Rumah Musrenbang Penyusunan RKPD 2020
    03 Kapolda Riau Berjibaku Padamkan Api di Rupat Utara
    04 Presiden Siap Hadiri Acara Puncak HPN 2020 Di Banjarmasin
    05 Kemiskinan dan Stunting Masih Menghantui Masyarakat Meranti
    06 Maryana Harap Pegawai Tetap Berpegang Teguh pada Pancasila dan UUD 45
    07 Bupati: Kita Ingin Kemiskinan di Meranti Dapat Turun Signifikan
    08 29 Februari, Deadline Penulisan dan Pengiriman Materi LKTJ Raja Ali Kelana
    09 Animo Masyarakat Cukup Tinggi Dalam Mengikuti Kontestasi BPD 2020
    10 Februari, Nurhadi-Toni Sutianto akan Daftar ke KPU Inhu
    11 14 Tim Berlaga di Liga Sepakbola di Lubuk Batu Jaya ke-5
    12 Cecep: Kita Minta Badan Publik Menyikapi Serius dan Penuh Inisiatif
    13 Bupati Minta Kades dan Camat Bangun Sekat Kanal
    14 Lewat Muscab, Irwan Erdi Nahkodai PUMA Kuansing 2020 - 2025
    15 Bambang Supriyanto Resmi Penjabat Sekda Meranti
    16 Sahabat Pondok Ijo2 dan PWI Peduli Serahkan 100 Paket Makan Siang
    17 BKSDA Riau Hutama Karya dan BPJT Sepakat Pasangan Kamera Trap
    18 Majelis Memerintahkan Pemohon dan Termohon Laksanakan Hasil Mediasi
    19 Polisi Cokok Warga Simandolak
    20 Sadar Desa Rawan Banjir, Kepala Pulau Beli Perahu Karet Untuk Warga
    21 Rangkap Jabatan Advokat Sebagai Karyawan di Perusahaan
    22 Bupati Pelalawan Temukan Delapan Perusahaan tak Hadir
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public