Pekanbaru, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menerbitkan buku antologi puisi 
 
Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 09 Agustus 2019
 
PPI Terbitkan Buku Antologi Puisi Palung Tradisi
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 00:04:13 WIB
Ketua PPI, Kunni Masrohanti.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menerbitkan buku antologi puisi berjudul Palung Tradisi.

Buku antologi berjudul Palung Tradisi ini akan diluncurkan sempena puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Jakarta tanggal 18 hingga 20 Oktober mendatang di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta

Ketua PPI, Kunni Masrohanti menyebutkan,  penyair yang menulis puisi dalam buku ini adalah mereka yang sudah menyatakan diri bergabung dengan PPI. Dimana ada 26 penyair yang puisinya dimuat dalam buku ini. Semua puisi, sedikit atau banyak, wajib menyentuh hal-hal yang berbau tradisi. Artinya, berbagai kisah, cerita yang menjadi sumber inspirasi dalam puisi tersebut berbau tradisi. 

''Anggota PPI yang sudah tedaftar atau menyatakan bergabung dengan PPI ada 41 orang. Tapi tidak semua mengirimkan puisi, dan memang tidak diwajibkan. Kami hanya menyarankan. Kita maklumi kawan-kawan PPI banyak kesibukan sehingga belum sempat mengirimkan puisi. Tidak mengapa. Ini bukan buku satu-satunya. Insyaallah ke depan masih akan ada buku puisi karya penyair-penyair yang tergabung dalam PPI. Syaratnya wajib tradisi,'' tutur Kunni.

Jika yang boleh mengirim puisi dalam antologi PP hanya anggota PPI, bagaimana dengan yang bukan PPI? Menjawab soalan ini, Kunni menjelaskan, bahwa, yang bersangkutan memang harus dengan ikhlas bergabung terlebih dulu dengan PPI. Itu pun dengan syarat. Salah satu syaratnya wajib memiliki buku puisi, minimal kumpulan bersama atau antologi. 

Tidak ada batas akhir untuk penerimaan anggota PPI, kata Kunni. PPI terbuka untuk siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Siapa yang ingin bergabung, boleh kapan saja, tidak membedakan suku, ras, bahasa atau daerah asal. Saat ini, anggota PPI yang bergabung tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dijelaskan Kunni, PPI hanya salah satu rumah tempat berkumpul penyair perempuan untuk bersama-sama mendorong melahirkan karya puisi.

''Lo, PPI itu kan hanya salah satu wadah, salah satu rumah. Terbuka untuk siapa saja yang mau bergabung. Kapan saja. Kalau tidak bergabung, juga tidak apa-apa. Banyak wadah atau tempat lainnya untuk bergabung para penyair perempuan. Tidak harus PPI. Semakin banyak wadah atau rumah, semakin bagus, semakin ramai dan semarak. Toh intinya sama-sama berkarya,'' beber Kunni.

Kembali ke buku antologi berjudul Palung Tradisi, Kunni juga menegaskan, buku ini lahir dari keinginan bersama seluruh anggota PPI, melalui diskusi dan musyawarah. Bahkan segala biaya sehingga buku ini bisa terbit juga dibicarakan bersama dalam grup Whatsapp PPI. Buku ini, kata Kunni, berbeda dengan buku antologi lainnya. Meski ditulis bersama-sama, tapi semuanya berakar pada hal yang sama, yakni tradisi. 

''Perempuan, ibu, adalah palung tradisi. Dia yang melahirkan dan menjalankan tradisi tersebut. Perkembangan zaman selalu membuat nilai-nilai leluhur dalam tradisi hilang, bahkan tradisi itu sendiri. Perempuan atau ibulah yang harus merawat dan menjaganya. Kami berharap besar, perempuan-perempuan dalam PPI berada di garda terdepan dalam merawat tradisi, kembali kepada tradisi dan menuliskannya dalam puisi-puisi. Upaya kecil menjalankan fungsi sebagai penerima warisan dan mewariskan kembali kepada anak-anaknya melalui jalan sastra ini semoga berarti bagi negeri tercinta, Indonesia,'' kata Kunni.(*)



 
Berita Lainnya :
  • PPI Terbitkan Buku Antologi Puisi Palung Tradisi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Fahdiansyah - Jontikal Makin Solid Jadikan KUANSING SEHAT BERIMTAQ
    02 Arlmyurlis: Layani Tamu Kita Secara Baik
    03 Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau Dibekuk Tim Gabungan Gakkum LHK dan Polri
    04 Masyarakat Selatpanjang Ikuti Germas
    05 Polres Meranti Gelar Lomba Mancing Mania
    06 Pemkab Meranti dan PSSI Gelar Turnamen Sepakbola Sago Old Star 2019
    07 Bayi Mungil Lahir Dalam Ambulance Laut Baznas
    08 Alfedri: Tahun Depan Kita Harus Lebih Waspada
    09 Pemkab Usulkan Tengku Buwang Asmara Sebagai Pahlawan Nasional
    10 Tim JB Terpadu Sambangi Belasan Warga Duafa di Sialang Munggu
    11 Bupati Mursini : Diharapkan Bisa Meningkatkan Perekonomian Daerah
    12 Sahabat Pondok Ijo dan PWI Peduli Anjangsana ke PA Putri Asyisyiah
    13 Istri Gubri Demo Memasak
    14 Tugu Adipura Kuansing, Kemungkinan Baru Bisa Diresmikan Tahun Depan
    15 FAI UIR Segera Dirikan Pusat Kajian Halal Centre
    16 Ogi Alexander Scuad Tim Bola Volly Jakarta Garuda
    17 UIR dan Pemkab Kampar Teken MoU
    18 Besok, PKB Test Wawancara Balon Bupati dan Wabup Kuansing
    19 Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Kualu Nenas
    20 Bupati Mursini Berharap Semua Selesai Sebelum 1 Januari 2020
    21 Murid MIN 1 Pekanbaru Juara 1 MTQ XXXVIII Provinsi Riau
    22 Musim Haji Tahun 2020, CJH Meranti 140 Orang
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public