Pekanbaru, Hariantimes.com - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dan Universitas" />
 
Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 18 Agustus 2019
 
FJPI dan UIR Seminarkan RUU KUHP
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:26:15 WIB
FJPI dan UIR seminarkan RUU KUHP, Kamis (17/10/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.comForum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dan Universitas Islam Riau (UIR) seminarkan Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (RUU KUHP), Kamis (17/10/2019).

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dr Kasmanto (kriminolog), Dr Zulkarnaen (pakar hukum) dan Ade Hartati (politisi).

Umumnya, ketiga narasumber ini menyimpulkan RUU KUHP yang sempat menjadi kontroversi dan dibatalkan DPR pengesahannya justeru telah melindungi hak-hak perempuan. 

Zulkarnaen misalnya, dalam paparan materinya menyebutkan, tindakan kekerasan terhadap perempuan diibaratkan seperti fenomena gunung es, muncul di permukaan hanya sebahagian kecil saja. 

"Padahal permasalahan yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga sangat kompleks. Banyak yang beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah masalah internal saja, yang dianggap aib dan harus ditutupi," kata Zulkarnaen. 

Dalam hal ini menurutnya perempuan harus mendapat perlindungan yang komprehensif, bukan perlindungan di atas status. Selama ini perlindungan yang diberikan adalah perlindungan yang abstrak. Perlindungan yang diberikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

 "Tetapi dalam kenyataannya, jauh panggang daripada api. Masih banyak hak-hak perempuan yang terabaikan. Rancangan UU KUHP sebagian besar sudah mengakomodir hak-hak perempuan," bebernya.

Perlindungan terhadap perempuan harus sesuai dengan fungsi. Perempuan sebagai ibu rumah tangga di sisi lain perempuan sebagai warga negara dan warga masyarakat yang juga butuh hidup bersosial.

Sementara itu, Dr Kasmanto membedah perlindungan perempuan dalam RUU KUHP  dari perspektif kriminolgi.

Dikatakannya, agar proses regulasi itu lebih efektif harus mengacu pada tiga hal. Harus punya landasan secara yuridis, memiliki kekuatan secara psikologis dan mempunyai ikatan dan aspek psikologis.

"Selama ini banyak penolakan terhadap RUU KUHP karena tidak dilihat draftnya secara menyeluruh. Hanya mengambil kesimpulan dari meme-meme yang beredar di media sosial. 

"Sebetulnya tak se ekstrim yang dibayangkan. Bahkan di sini memberikan perlindungan kepada perempuan," kata Kasmanto.

Kasmanto mencontohkan, RUU KUHP telah melIndungi hak-hak perempuan mulai dari aborsi, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berumahtangga dan perzinahan.

Sedangkan politisi yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati MPd menjabarkan, dilihat dari perspektif perempuan sebagai korban, RUU KUHP sudah melindungi hak-hak perempun. 

"Bagaimana RUU KUHP ini mengatur tindak pidana ketika ada pasangan yang bukan muhrimnya tidur se rumah. Pasal ini justeru melindungi perempuan dari hal-hal yang dari sudut manapun tidak dibolehkan," tegas Ade. 

Sementara itu Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL dalam pembukaan acara  mengapresiasi acara yang digagas FJPI Riau dan UIR tersebut. 

"Kami mengapresiasi dialog bedah RUU KUHP. Suatu kehormatan karena kami adalah perguruan tinggi pertama yang diajak FJPI untuk menyelenggarakan kegiatan yang amat penting ini. Apalagi bedah RUU KUHP ini juga pertama dilakukan di tingkat perguruan tinggi di Riau," kata Syafrinaldi.

Syafrinaldi berharap dari diskusi ini dapat melahirkan rekomendasi bernas yang nantinya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Sementara Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda menyatakan, ide acara ini bermula dari keresahan akan maraknya penolakan RUU KUHP oleh mahasiswa tanpa mereka mengetahui apa bunyi pasal-pasal dalam RUU KUHP tersebut. Akibatnya timbul penafsiran yang salah dan menyebar seolah-olah hak mereka dikebiri.

"Kita setuju  mahasiswa kritis dan berjuang. Tapi harus paham apa yang diperjuangkan," kata Luzi dihadapan 250 orang peserta.(*)



 
Berita Lainnya :
  • FJPI dan UIR Seminarkan RUU KUHP
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dua Atlet PBSI Inhil Ikut Kejurnas Bulutangkis di Palembang
    02 PT BBHA Bantu 110 Sak Semen
    03 Bayu Aji, Ahmad Ijazi, dan Monda Juara Lomba Sastra Siak
    04 Waroeng Steak And Shake Jogjakarta Buka Outlet The Coffee di Pekanbaru
    05 RA, Warga Rejosari Diciduk Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya
    06 Pemprov Riau Salurkan Dana Bankeu Rp200 Juta per Kampung
    07 Mursini: Besar Harapan, Zakat akan Terus Meningkat
    08 Ayat: Sudahi Keinginan Pemekaran Itu
    09 Zufra: Pemerintahan Desa Wajib Memiliki PPID
    10 Zamri Domo: Berbagai Tugas Sudah Menunggu Kita
    11 Zulhelmi: Sampai September 2019, Penerimaan Tercapai Rp530 Miliar
    12 M Nuh: Ini Gawe Kita Bersama Masyarakat Pers
    13 Komisi II DPRD Meranti Raker Bersama BPPRD
    14 M Yasin : Kita Sudah Kantongi 8 Nama Bakal Calon
    15 Komisi I DPRD Meranti Bahas Persoalan Desa
    16 Pemdes Batang Duku Datangkan Ustadz Wijayanto
    17 Pemko Pekanbaru Dinilai Gagal Serap Dana Kelurahan
    18 Warga LBT Diminta Ikut Goro Massal Membersihkan Lingkungan
    19 Instruksi DPP, Kader Demokrat Berpeluang Besar Maju Pilkada
    20 Tahun Depan UIR Gelar Seminar Penyelidikan Peringkat Serantau
    21 DN Diamankan Polsek Tebing Tinggi Barat
    22 Wabup H Halim Bersilaturahmi dan Berikan Bantuan Rp 10 Jt Lebih
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public