Pekanbaru, Hariantimes.com - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dan Universitas" />
 
Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 29 Agustus 2020
 
FJPI dan UIR Seminarkan RUU KUHP
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:26:15 WIB
FJPI dan UIR seminarkan RUU KUHP, Kamis (17/10/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.comForum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dan Universitas Islam Riau (UIR) seminarkan Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (RUU KUHP), Kamis (17/10/2019).

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dr Kasmanto (kriminolog), Dr Zulkarnaen (pakar hukum) dan Ade Hartati (politisi).

Umumnya, ketiga narasumber ini menyimpulkan RUU KUHP yang sempat menjadi kontroversi dan dibatalkan DPR pengesahannya justeru telah melindungi hak-hak perempuan. 

Zulkarnaen misalnya, dalam paparan materinya menyebutkan, tindakan kekerasan terhadap perempuan diibaratkan seperti fenomena gunung es, muncul di permukaan hanya sebahagian kecil saja. 

"Padahal permasalahan yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga sangat kompleks. Banyak yang beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah masalah internal saja, yang dianggap aib dan harus ditutupi," kata Zulkarnaen. 

Dalam hal ini menurutnya perempuan harus mendapat perlindungan yang komprehensif, bukan perlindungan di atas status. Selama ini perlindungan yang diberikan adalah perlindungan yang abstrak. Perlindungan yang diberikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

 "Tetapi dalam kenyataannya, jauh panggang daripada api. Masih banyak hak-hak perempuan yang terabaikan. Rancangan UU KUHP sebagian besar sudah mengakomodir hak-hak perempuan," bebernya.

Perlindungan terhadap perempuan harus sesuai dengan fungsi. Perempuan sebagai ibu rumah tangga di sisi lain perempuan sebagai warga negara dan warga masyarakat yang juga butuh hidup bersosial.

Sementara itu, Dr Kasmanto membedah perlindungan perempuan dalam RUU KUHP  dari perspektif kriminolgi.

Dikatakannya, agar proses regulasi itu lebih efektif harus mengacu pada tiga hal. Harus punya landasan secara yuridis, memiliki kekuatan secara psikologis dan mempunyai ikatan dan aspek psikologis.

"Selama ini banyak penolakan terhadap RUU KUHP karena tidak dilihat draftnya secara menyeluruh. Hanya mengambil kesimpulan dari meme-meme yang beredar di media sosial. 

"Sebetulnya tak se ekstrim yang dibayangkan. Bahkan di sini memberikan perlindungan kepada perempuan," kata Kasmanto.

Kasmanto mencontohkan, RUU KUHP telah melIndungi hak-hak perempuan mulai dari aborsi, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berumahtangga dan perzinahan.

Sedangkan politisi yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati MPd menjabarkan, dilihat dari perspektif perempuan sebagai korban, RUU KUHP sudah melindungi hak-hak perempun. 

"Bagaimana RUU KUHP ini mengatur tindak pidana ketika ada pasangan yang bukan muhrimnya tidur se rumah. Pasal ini justeru melindungi perempuan dari hal-hal yang dari sudut manapun tidak dibolehkan," tegas Ade. 

Sementara itu Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL dalam pembukaan acara  mengapresiasi acara yang digagas FJPI Riau dan UIR tersebut. 

"Kami mengapresiasi dialog bedah RUU KUHP. Suatu kehormatan karena kami adalah perguruan tinggi pertama yang diajak FJPI untuk menyelenggarakan kegiatan yang amat penting ini. Apalagi bedah RUU KUHP ini juga pertama dilakukan di tingkat perguruan tinggi di Riau," kata Syafrinaldi.

Syafrinaldi berharap dari diskusi ini dapat melahirkan rekomendasi bernas yang nantinya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Sementara Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda menyatakan, ide acara ini bermula dari keresahan akan maraknya penolakan RUU KUHP oleh mahasiswa tanpa mereka mengetahui apa bunyi pasal-pasal dalam RUU KUHP tersebut. Akibatnya timbul penafsiran yang salah dan menyebar seolah-olah hak mereka dikebiri.

"Kita setuju  mahasiswa kritis dan berjuang. Tapi harus paham apa yang diperjuangkan," kata Luzi dihadapan 250 orang peserta.(*)



 
Berita Lainnya :
  • FJPI dan UIR Seminarkan RUU KUHP
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kalemdiklat Polri Tandatangani Prasasti Masjid Al-Maghfiroh
    02 Disperkim Riau Gelar Forum Perangkat Daerah
    03 Warga Sandarkan Harapan Pada Juprizal
    04 Wakapolri: Sudah Sepatutnya Menjadikan Kita Semua Mawas Diri
    05 26 Maret, 131 Kades dan Lurah se Kabupaten Siak akan Ikuti Bimtek Keterbukaan Informasi
    06 Pengurus PWI Riau Jenguk Wartawan Tertua, Wartawan Sakit dan Berbagi
    07 SMSI Dianugerahi Penghargaan MURI
    08 Balai Bahasa Riau dan Rumah Sunting Gelar Literasi di Depan Rumah Presiden Bangsa Orang Laut
    09 Bupati Harris Kembali Terima Penghargaan
    10 Akhyar Berharap Bisa Menjadi Motor Memakmurkan Masjid
    11 Komjen Arief : Kalian Bukan Polisi Karnaval
    12 98 Personil Gabungan Polda Riau Turun ke Meranti
    13 Pertamina Gandeng Kejati Riau
    14 Bupati Mursini Serahkan Sertifikat Tanah Gratis Ke Masyarakat
    15 KI Riau Minta Keseriusan Pemkab Kampar Jadi Tuan Rumah HAKIN
    16 Bupati: Upaya Optimalisasi Pelayanan Pajak Terhadap Masyarakat
    17 Zulmansyah: Peserta Anggota PWI Memiliki Kartu Biru dan Sudah UKW
    18 Sardiyono : RAPP Harus Perbaiki Jalan Rawang Bonto Hingga Gunung Melintang
    19 Bagian Ortal Setdakab Meranti Sosialisasikan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik
    20 Legislator Riau Dapil 5 Kunker ke Pemkab Meranti
    21 Kapolres Meranti Ikut Padamkan Sisa Api di Lahan Gambut yang Masih Berasap
    22 Tim Mitigasi Balai Besar KSDA Riau Turun 2 Kali ke Kuala Tolam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public