Dari Ketertinggalan, Rohul Butuh Pemimpin yang Berani Mengambil Keputusan


Dibaca: 891 kali 
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 20:28:21 WIB
Dari Ketertinggalan, Rohul Butuh Pemimpin yang Berani Mengambil Keputusan Pasangan yang telah resmi diusung Partai Golkar dan PPP untuk bertarung di Pilkada Rohul, 9 Desember 2020 mendatang, Hamulian dan M Sahril Topan.

Pekanbaru, Hariantimes.com  - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 4 desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masuk ketegori desa sangat tertinggal dan 9 lagi kategori desa tertinggal. 

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal dengan potensi sumber daya alam (SDA) Rohul yang luar biasa, tentu kondisi itu tidak perlu terjadi. Apalagi Rohul punya kebun sawit terluas di Riau. 

"Pabrik sawit terbesar ada di Rohul. Inilah yang harus dikelola dengan maksimal untuk kemajuan masyarakat Rohul," ujar Hamulian kepada wartawan, Sabtu (29/08/2020).

Dikatakannya, kondisi Kabupaten Rokan Hulu beberapa tahun terakhir semakin menunjukkan penurunan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun ekonomi masyarakat. Bahkan berdasarkan catatan dan data Badan Statistik (BPS) Rohul Tahun 2018 lalu, penduduk miskin terbanyak di Provinsi Riau adanya di Kabupaten Rokan Hulu.

Hal inilah yang membulatkan tekad Hamulian dan M Sahril Topan untuk maju di Pilkada Rohul. Keduanya mempunyai niat dan komitmen yang tegas untuk melakukan perubahan di Rohul menjadi lebih baik dan maju. 

Komitmen ini disampaikan pasangan yang telah resmi diusung Partai Golkar dan PPP untuk bertarung di Pilkada Rohul, 9 Desember 2020 mendatang 

"Rohul butuh pemimpin yang berani mengambil keputusan untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pemimpin itu harus berani melakukan terobosan yang strategis dan brilian demi kemajuan daerahnya," jelas Hamulian.

Dalam kesempatan itu, Sahril Topan menambahkan, sebagai Wakil Ketua DPRD Rohul saat ini, banyak menerima keluhan dan aspirasi dari masyarakat mengenai kondisi saat ini.

"Banyak warga mengeluh dengan kehidupan ekonomi yang semakin sulit, demikian juga dengan pelayanan publik. Sering saya harus turun tangan dulu, baru masyarakat dilayani. Ini kan memprihatinkan," tegas mantan aktivis 1998 yang sudah malang melintang di dunia pergerakan mahasiswa dan pembelaan terhadap buruh ini.

"Pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan di Rohul harus berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ekonomi meningkat, tentu kesempatan kerja akan bertambah, dibarengi dengan jaminan upah buruh yang pasti," tambah Sahril Topan yang saat ini merupakan Wakil Ketua DPRD Rohul dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Selain akan menitikberatkan pembangunan ekonomi, Hamulian juga menegaskan mereka tetap memberikan perhatian di sektor pendidikan keagamaan. 

"Rohul ini kan punya ikon negeri seribu suluk. Ini harus tetap dijaga. Tidak hanya Islamic Center yang harus kita kembalikan kejayaannya, tapi juga aktivitas suluk yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Rohul yang religius," ujarnya.

Selain itu, kata Topan, jika mereka mendapat amanah dari masyarakat Rohul di Pilkada nanti, bidang pendidikan juga akan menjadi salah satu fokus mereka.

"Kita ingin pendidikan anak-anak Rohul mendapatkan dukungan yang optimal dari Pemkab. Tidak hanya beasiswa untuk penyelesaian tugas akhir saja bagi mahasiswa berprestasi, tapi juga untuk biaya kuliah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Topan yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Riau (UIR) ini.(*)