Hampir Sepekan, Kawanan Gajah Rusaki Lahan Perkebunan Warga Inuman


Dibaca: 755 kali 
Selasa, 18 Mei 2021 - 09:13:51 WIB
Hampir Sepekan, Kawanan Gajah Rusaki Lahan Perkebunan Warga Inuman

Inuman, HarianTimes.com - Sejak sepekan terakhir kawanan gajah yang berjumlah belasan ekor memasuki lahan perkebunan warga masyarakat di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Dimana dari data dan informasi yang berhasil dirangkum HarianTimes.com pada Senin (17/05/2021) di lokasi, kawanan gajah ini berasal dari Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Lahan perkebunan warga masyarakat Kecamatan Inuman yang saat ini dikuasai oleh kawanan gajah tersebut ada beberapa desa, diantaranya Desa Koto Inuman, Kampung Baru Koto, Pasar Inuman, Lebuh Lurus, dan Bedeng Sekuran.

Kawanan gajah itu tidak hanya merusak lahan perkebunan warga, bahkan dari keterangan Kepala Desa Koto Inuman, Darmawan mengatakan kepada HarianTimes.com pada Senin (17/05/2021) sore sudah ada warganya yang menjadi korban diakibatkan gajah tersebut.

"Warga kita atas nama Aswan usia sekitar 40 tahunan menjadi korban dari gajah tersebut. Dimana saat itu korban bersama warga lainnya tengah berupaya mengusir gajah," kata Darmawan.

Secara terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Kampung Baru Koto, Khairul kepada HarianTimes.com pada Senin (17/05/2021) malam di Inuman.

"Kawanan gajah ini mulai masuk ke lahan perkebunan warga sejak Rabu, 12 Mei 2021 lalu, tepatnya sehari sebelum lebaran hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah," terang Khairul.

Sementara itu Ketua PK KNPI Inuman, Herika Putra, S.Sos yang ikut bersama-sama dengan Pemerintahan Desa, Kecamatan, TNI Koramil 06/ Cerenti, dan juga para petugas dari Polhut dan BBKSDA, mahasiswa asal Inuman serta masyarakat mengatakan bahwa dirinya sangat berharap hal ini agar segera bisa teratasi.

"Kita berharap adanya perhatian dari Pemda Kuansing, serta para wakil rakyat terkait penyelesaian masalah ini. Sebab, hal ini sudah berulang kali dan bahkan setiap tahun terjadi, tidak hanya kali ini," kata Herika Putra yang juga merupakan Bakal Calon Ketua Umum KNPI Kuantan Singingi periode mendatang.

Selain itu Mahasiswa Kuansing asal Inuman, Edo Cipta Wiganda juga mengatakan bahwa hal ini butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah sehingga kejadian ini tidak terulang lagi untuk dimasa mendatang.

"Pemerintah daerah bersama sama dengan BBKSDA Riau seharusnya mencarikan solusi terbaik untuk hal ini. Apalagi, kali ini sudah ada warga yang menjadi korban gajah tersebut," pinta mahasiswa aktivis anti korupsi Kuansing yang lebih dikenal dengan sebutan ECW.

Secara terpisah Wakil Bupati Kuantan Singingi Terpilih, Drs. H. Suhardiman Amby, Ak.,MM saat dikonfirmasi HarianTimes.com via selluler pribadinya terkait hal ini mengatakan bahwa peristiwa ini sangat merugikan masyarakat setempat yang merupakan kampung halamannya.

"Kejadian ini sudah berkali kali, ini sangat meresahkan masyarakat kita. Dan, begitu saya mendapat informasi dari warga, saya langsung menghubungi pihak BBKSDA Riau pada Jum'at, 14 Mei 2021 lalu," kata Suhardiman Amby.

"Alhamdulillah, para petugas dari BBKSDA Riau khususnya Wilayah 1 itu langsung terjun ke lokasi tersebut," sambung Suhardiman Amby yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Provinsi Riau.

Dikatakan Suhardiman Amby, persoalan atau permasalahan kawanan gajah yang sudah memasuki lahan perkebunan masyarakat tersebut, sepantasnya pihak pemerintahan ikut serta dalam menyelesaikan hal tersebut.

"Ini kan menyangkut khalayak ramai, menyangkut masyarakat. Apalagi sudah terjadi ada korban, jika terus dibiarkan akan membahayakan jiwa atau keselamatan warga masyarakat kita, jangan hanya kita peduli disaat masa masa politik saja, ini masyarakat kita," tegas Suhardiman Amby.*