Dosen Fakultas Pertanian UIR Beri Penyuluhan ke PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai


Dibaca: 387 kali 
Kamis, 13 Januari 2022 - 23:31:42 WIB
Dosen Fakultas Pertanian UIR Beri Penyuluhan ke PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Dosen Fakultas Pertanian UIR Beri Penyuluhan ke PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai.

Dumai, Hariantimes.com - Sejumlah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau memberikan penyuluhan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai. 

Pada saat yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Pertanian UIR dan Dinas Ketahanan Pangan dan dan Pertanian Kota Dumai. 

Penandatangan MoA tersebut langsung dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian UIR Dr Ir Hj Siti Zahrah MP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Nurzerwan SE MSi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, 30 Desember 2021 lalu.

Dekan Faperta UIR Dr Situ Zahrah menjelaskan, kegiatan penyuluhan pertanian merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Dosen Pertanian UIR dengan tema “Peningkatan Produktivitas Padi Sawah di Kota Dumai”. 

Menurut Siti Zahrah,  kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama ini bertujuan untuk mengimplementasikan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Fakultas Pertanian UIR. Dengan demikian, mahasiswa pertanian dapat menjadi pendamping bagi petani dalam melakukan usaha tani padi sawah di Kota Dumai. Selanjutnya dosen pertanian akan memberikan penyuluhan dan bimbingan secara berkala kepada petani dalam menerapkan teknologi budidaya padi sawah yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas yang maksimal.

Dalam penyuluhan tersebut, tampil para pemateri yakni Dr Fathurrahman SP MSc dengan materi tentang Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi Sawah dengan Metode Konvensional dan SRI (System Rice of Intensification).  

Sementara Dr Ujang Paman Ismail MAgr dengan materi tentang Peranan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dalam meningkatkan produktivitas padi sawah.  

Pemateri lain adalah Ir T Iskandar Johan MSi tentang Pengolahan Ikan Lele.  Pengolahan ikan lele dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah agar pendapatan petani ikan lebih tinggi dan dalam rangka mempertahankan produk ikan lele agar tahan lebih lama.     

Fathurrahman dan Ujang Paman sepakat, bahwa produktivitas padi sawah harus ditingkatkan dari sekarang yang baru berkisar 3,5 hingga 4 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare seperti yang telah dicapai di banyak tempat di Indonesia, khusus di Jawa.  Untuk itu, petani harus menerapkan teknologi budidaya yang inovatif dan aplikasi alat dan mesin pertanian dalam operasi usaha tani padi sawah di Kota Dumai.(*)