Tinjau Kelompok Jaya Barokah di Kampung Koto, Wabup Siak Ingatkan Bahaya Penyakit LSD Pada Sapi


Dibaca: 770 kali 
Sabtu, 23 April 2022 - 15:28:12 WIB
Tinjau Kelompok Jaya Barokah di Kampung Koto, Wabup Siak Ingatkan Bahaya Penyakit LSD Pada Sapi Wakil Bupati Siak, Husni Merza meninjau kelompok Jaya Barokah di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Jumat (22/04/2022).

Siak, Hariantimes.com - Kampanyekan bahaya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi, Wakil Bupati Siak, Husni Merza meninjau kelompok Jaya Barokah di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Jumat (22/04/2022).

Husni yang didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Siak, Drh, Susilawati, beserta Asisten 1 dan Camat Mempura, berjalan menuju kekandang milik kelompok Jaya Barokah, disana Husni terlihat berbincang membahas managemen pemeliharaan.

Mulai dari managemen pakan yang saat ini sudah menggunakan pakan fermentasi, hingga managemen kesehatan yang diterapkan kelompok tersebut.

Dalam kunjungannya, husni juga mengingatkan peternak untuk ttp menjaga kebersihan kandang supaya sapi yang dihasilkan bisa sehat, meski sapi yang ada dikelompok ini sudah di vaksin, Husni tetap mengingatkan untuk tetap waspada, jika menemukan tanda LSD segera lapor kepada petugas.

Sejak muncul pada awal maret 2022 lalu, penyakit LSD pada ternak ini telah merugikan banyak peternak, meski tingkat kematiannya kecil, namun tampilan ternak menjadi kurang menarik akibat benjolan di seluruh anggota badan.

“Berpengaruh terhadap harga jualnya, sudah pasti menurun”, katanya.

Husni yang saat itu menggelar acara Bujang Kampung menyampaikan, kepada setiap peternak yang ada di Kampung Koto Ringin supaya bisa melaporkan jika melihat, atau ada ternak yang memiliki ciri – ciri umum, yaitu bentol di sekujur tubuh sapi ke petugas setempat.

Dari sekitar 26.085 ekor populasi sapi yang ada di Kabupaten Siak, baru 2000 an ekor yang telah di vaksin, menurut Kepala Dinas Peikanan dan Peternakan, drh Hj Susilawati MM belum maksimalnya proses vaksinasi disebabkan pasokan vaksin dari pusat diserahkan secara bertahap.

Sementara menunggu vaksin datang, dSusi menjelaskan cara mencegah penularan penyakit menular itu, katanya, virus yang msih tergolong dalam keluarga cacar ini, menjangkit ke ternak lain berkat bantuan dari serangga yang biasa mengigit ternak.

“Untuk itu baiknya kebersihan kandang harus dijaga, buat perapian d sekitar kandang untuk mmbantu mengusir serangga pembawa penyakit”, kata Susi.

Tidak hanya pengasapan, peternak juga bisa melakukan penyemprotan menggunakan racun serangga, namun harus hati – hati , sebab ada kemungkinan bisa menyebabkan keracunan akibat ternak menghirup racun.

“Penyebarannya cepat sekali, karna bantuan dari serangga itu tadi, jadi selagi terjangkau oleh serangganya, ya besar kemungkinan terinfeksi,” sebut Susi.(Infotorial)