Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 01 Agustus 2020
 
Tanggapi Pernyataan Gubernur Papua
Tito Karnavian : Natal Yang Penting Cooling Down Aja Ya

Editor: | Selasa, 25 Desember 2018 - 03:07:20 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Jakarta, HarianTimes.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta TNI-Polri ditarik di Nduga, Papua, selama Natal dan Tahun Baru. Menurut Kapolri, yang terpenting adalah cooling down saat Natal.

"Natal yang penting cooling down aja ya, saya kan mantan (Kapolda) di sana, yang penting cooling down," ucap Tito kepada wartawan di Gereja Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018) malam. Tito sendiri menjadi Kapolda Papua pada periode 21 September 2012 sampai 16 Juli 2014. 

Sementara itu pasukan TNI-Polri hingga kini masih berada di Nduga meski Gubernur Papua meminta agar ditarik saja. Soal permintaan Lukas ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah menepisnya. Dia menyebut keberadaan TNI-Polri justru membuat suasana aman. 

"Kehadiran TNI-Polri itu justru memberikan rasa nyaman dan aman, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Natal dengan tenang, jangan dibalik-balik," ujar Moeldoko kepada detikcom, Senin (24/12).

Pria yang juga merupakan mantan panglima TNI itu kehadiran TNI dan Polri sesuai dengan tugasnya untuk memberikan pelayanan publik. Gubernur dan TNI-Polri harus bekerja bahu-membahu, bukannya malah berjalan sendiri-sendiri.

"Menciptakan rasa aman nyaman dan tertib itu bagian dari tugas pelayanan publik oleh Gubernur, dan TNI-Polri adalah instrumen yang bisa diperankan, kok malah minta ditarik. Saya kira usul itu menjadi kurang tepat," kata Moeldoko.  Diberitakan sebelumnya, Lukas Enembe meminta Presiden Joko Widodo menarik semua pasukan atau personel TNI dan Polri dari Kabupaten Nduga menjelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019.

"Saya sebagai Gubernur Papua meminta kepada Presiden Jokowi untuk menarik semua pasukan yang ada di Nduga, karena masyarakat mau merayakan Natal," katanya setelah mengikuti rapat paripurna V di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di Kota Jayapura, Kamis (20/12), seperti diwartakan Antara. Menurut dia, permintaan ini juga telah mendapat restu dari pimpinan dan anggota DPRP, MRP, tokoh gereja, adat, aktivis HAM, pemkab, dan masyarakat Nduga.

"Kehadiran personel TNI dan Polri di Nduga kurang tepat dengan waktu perayaan Natal yang sudah dekat, sehingga ada baiknya ditarik dari Kabupaten Nduga. Masyarakat mau merayakan Natal. Ini momen Natal, tidak boleh ada TNI dan Polri di sana (Nduga)," ucapnya kala itu.(rls/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Tito Karnavian : Natal Yang Penting Cooling Down Aja Ya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wagubri: PSBB Dihentikan, Masyarakat Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan
    02 Indra Yovi: Kasus Covid-19 di Riau Sudah Mendekati Normal
    03 Akun Facebook Waka DPRD Kuansing Dibajak, Yasin : Besok Kita Lapor Polisi
    04 Petugas PLN UP3 Rengat Berjibaku Siang Malam Memulihkan Sistem Kelistrikan di Reteh
    05 Masrul : Libur Sekolah Diperpanjang
    06 Ulama Kuansing Minta Gubernur Riau Batalkan Izin Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    07 Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana
    08 Ustadz Dedi : Santri dan Santriwati Kita Tidak Hanya Warga Kuansing
    09 IMM Kuansing : Perlu Kajian Ulang Pelaksanaan Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    10 Status PSST Bandul Diperpanjang 14 Hari
    11 Usman: Dalam Pendistribusian, PLN Menunggu dari Tim Koordinator Lumbung Pangan RW Siaga
    12 Doni: Disinyalir Hanya Diberikan untuk Kecamatan Payung Sekaki
    13 Akibat Layang-Layang, 114 Lokasi di Pekanbaru Sering Padam Listrik
    14 Ada Cacing Belatung, 34 Kaleng Ikan Sarden Merek Poh Sung Ditarik
    15 New Normal, Pemprov Riau Diminta Bergerak Cepat Melakukan Sosialisasi Secara Masif
    16 Enam Ton Beras Bantuan CSR PLN Masih Mengendap di Gudang PT SPM
    17 Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror Terhadap Wartawan Detik.com
    18 PWl Kecam Aksi lntimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Wartawan Detik.com
    19 Pendisiplinan Masyarakat, Personil Polresta Pekanbaru Gunakan Smart Helm
    20 Hadapi New Normal Covid-19, Pemkab Meranti Bersiap Melakukan Sosialisasi ke Masyarakat
    21 38 KK Bukit Lembah Subur Terdampak Covud-19 Terima BLT Dana Desa
    22 Kemenkes Buat Protokol New Normal di Beberapa Bidang
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public