Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 06 Agustus 2020
 
Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian Berbiaya Nol dengan Andhra Pradesh

Editor: | Senin, 28 Januari 2019 - 02:09:27 WIB
Menko Maritim RI Luhut B Pandjaitan (jas hitam)

Davos, HarianTimes.com - Saat menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming, pada Selasa (22/01) di Davos Swiss, Menko Luhut B Pandjaitan berkomunikasi via sambungan video Davos-New Delhi dengan N. Chandrababu Naidu selaku Chief Minister of Andhra Pradesh, sebuah negara bagian (state) di India.

Pembicaraan keduanya adalah mengenai kerja sama pertanian alami berbiaya nol atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF).

"Kami akan mengirim perwakilan 6 Kabupaten bulan depan ke Andhra Pradesh. Kami harap mereka dapat dilatih dalam satu kurun waktu sehingga mereka bisa bawa pulang teknologi dan pengetauhan tersebut ke Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kualitas petani Indonesia," ujar Menko Luhut yang menginginkan implementasi riil dan cepat dari kerja sama tersebut.

"Kami mau mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan tingginya biaya yang harus ditanggung petani," komitmen Menko Luhut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.

"Saya percaya ini bisa membantu Indonesia mengurangi kemiskinan. Kami ingin bergerak cepat," ungkap Menko Luhut lebih lanjut tentang implikasi kerja sama ini.

"Indonesia dan India memiliki kesamaan nasib, yaitu subsidi pupuk kimia. Jika kita bisa survive lebih baik tanpa subsidi dan bahkan tanpa pupuk kimia, maka itu adalah sebuah solusi yang win-win terutama untuk planet ini," dukung Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan. Dia berharap Indonesia dan Andhra Pradesh dapat berkolaborasi demi kebaikan bersama dan dunia.

Program ZBNF

ZBNF adalah sebuah program yang menjauhkan para petani dari penggunaan bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan Agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan.

Pemerintah Andhra Pradesh sendiri telah mengimplementasikan program ini sejak 2016 dengan melibatkan 40.000 petani. Jumlah ini berkembang menjadi 523.000 orang petani pada 2018.

Dengan ZBNF, produksi padi di Andhra Pradesh dapat ditingkatkan sampai 15%, kacang tanah 26%, sedangkan kapas 10%.

Sejalan dengan SDG

Belajar dari penanganan pencemaran Sungai Citarum di Jawa Barat, limbah pertanian ternyata juga penyumbang polusi yang dialirkan menuju ke laut. 

Oleh karena itu ZBNF menjadi perhatian Menko Maritim. Karena dengan dikuranginya penggunaan zat kimia dalam pertanian, maka polusi ke laut juga dapat dikurangi.

Hal ini sejalan dengan SDG nomor 14 yang berbunyi, "Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development" (Pemanfaatan laut, samudera dan sumber daya kelautan yang lestari dan berkelanjutan untuk pengembangan berkelanjutan). Dengan demikian, perairan yang bersih merupakan keniscayaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. (*/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian Berbiaya Nol dengan Andhra Pradesh
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Jhon Pitte : Kita Lakukan Sosialisasi Instruksi Pak Bupati Mursini
    02 Masuk Tiga Besar LSI, Abi Bahrun Mohon Doa dan Dukungan Jadi Balonbup Bengkalis
    03 Saat Terparkir di Dalam Rumah, Motor Milik Pemred Parasriau.com Diembat Pencuri
    04 Dari 563 Universitas di Indonesia, Unilak Peringkat 191 Versi 4ICU
    05 Menjadi Konstituen Dewan Pers, SMSI Satukan Perusahaan Pers di Era Baru
    06 Rakor Virtual PPID se Riau, Komisi Informasi Himpun Berbagai Persoalan Penanganan Covid-19
    07 Terkait Lonjakan Rekening Listrik, Ini Penjelasan PLN
    08 Kembangkan Perikanan Darat, PWI Riau Peduli Konsultasi ke Diskanlut Riau
    09 Besok, Perwako Perilaku Hidup Baru Diserahkan ke Gubri
    10 Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Serahkan BLT Dana Desa ke Warga Banjar Panjang
    11 Bob Saril: 60 Persen dari Lonjakan Tagihan Akan Dibagi Rata Dalam 3 Bulan ke Depan
    12 Susun Grand Design Sagu Nasional, Meranti Jadi Model Utama
    13 Pemkab Meranti dan KPU Bahas Pilkada Serentak 2020
    14 Saat Menyadap Karet, Warga Sepahat Diserang Harimau
    15 Seluruh Belanja Kementerian/Lembaga Diturunkan Rp50 Triliun
    16 Kementerian ESDM Memastikan Tarif Listrik Periode Juli-September 2020 Tidak Naik
    17 MUI Sumbar Minta Kominfo Pusat dan Cybercrime Cabut Injil Berbahasa Minang di Google Playstore
    18 Disdikbud Meranti Keluarkan SE Perpanjangan Belajar di Rumah Bagi Siswa
    19 Dua Perwira Polresta Pekanbaru Disertijabkan
    20 Polwan Polresta Pekanbaru Beri Bantuan Sembako ke Warga yang Belum Tersentuh Bansos
    21 Telah Hadir, COPEK Adalah Aplikasi Ojol 100% Anak Negeri Bumi Jalur Kuansing
    22 Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public