Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 06 Agustus 2020
 
Pemerintah Bangun Danau Toba
Menko Luhut: Masyarakat Harus Jaga

Editor: | Minggu, 03 Maret 2019 - 10:51:31 WIB
Menko Maritim RI Luhut Binsar Pandjaitan (pegang gunting)

Tobasa, HarianTimes.com - Menko Maritim Luhut B Pandjaitan meresmikan beroperasinya KMP. Ihan Batak di pelabuhan Ajibata, Toba Samosir. Kapal ini melayani lintas pelabuhan penyeberangan Ajibata – Ambarita, pada Sabtu (02/03/2019).

“Seperti disampaikan Menhub tadi, ini adalah program pemerintah pusat tetapi tidak akan ada artinya kalau masyarakatnya sendiri tidak merespon. Saya ingatkan masyarakat Batak jangan buang sampah dan kotoran lagi di Danau Toba. Karena kalau Danau Toba jorok, wisatawan tidak akan datang lagi. Dan ini tidak sehat untuk generasi yang akan datang,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut Menko Luhut mengisahkan bahwa yang pertama kali mencetuskan dibangunnya kawasan Danau Toba adalah Presiden Joko Widodo.
“Beliau mengatakan empat destinasi tujuan wisata yang harus diwujudkan yang pertama Danau Toba, kedua Borobudur, ketiga Mandalika dan keempat Labuan Bajo. Presiden melihat bahwa Danau Toba ini indah sekali, dan beliau ingin Danau Toba dibuat hebat. Budayanya dikembangkan karena banyak yang bisa dijual, tapi kebersihan tetap dijaga,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah juga telah membangun dua bandar udara yaitu Silangit dan Sibisa serta jalan tol untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata.

Menurutnya Menhub sedang dalam proses menyiapkan kapal pariwisata yang akan mengelilingi Danau Toba. 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan pihaknya masih akan terus membangun wilayah ini.

“Sehingga wisatawan yang mau ke Toba menjadi nyaman. Ada satu titik tetapi titik-titik lain juga harus kita pikirkan. Damri sudah beroperasi dan itu menandakan bahwa kecintaan Presiden terhadap Toba itu selalu. Beliau selalu ingatkan saya Pak Menteri, itu Toba jangan sampai tidak jadi”. Makanya saya ngajak Pak Menko Luhut selaku pimpinan saya untuk ikut meresmikan supaya tambah hebat,” ujar Menhub.

Menko Luhut mengatakan nanti akan ada Dok untuk memelihara dan memeriksa kapal-kapal. “Untuk menghindari kecelakaan seperti KM Sinar Bangun, seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” kata Menko Luhut.

Kapal KMP. IhanBatak dengan kapasitas 300 GT, menghubungkan Pelabuhan Penyeberangan Ajibata di Kabupaten Toba Samosir, dengan Pelabuhan Penyeberangan Ambarita, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak 9 mil.
Bagi penumpang yang berencana menuju Bandara Silangit dapat memanfaatkan fasilitas angkutan bus Damri yang disediakan dari dan menuju Bandara Silangit pada Pelabuhan Ajibata ini.

Kuala Tanjung

Dari Tobasa, Menko Luhut meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pelabuhan ini direncanakan untuk menjadi pelabuhan terbesar di wilayah barat Indonesia. “Sekarang kita sedang uji coba pemindahan dari Belawan. Pelabuhan ini bagus kedalamannya 17 meter, sementara kapal yang besar itu cukup dengan 16 meter kalau air sedang pasang bisa mencapai 21 meter. Ini kan demi efisiensi. Nanti kelapa sawit juga dikirim dari sini agar terpadu semua serta mengurangi traffic di Medan dari Belawan,” jelas Menko Luhut kepada media usai peninjauan.

Menko Luhut menyebutkan bahwa pelabuhan ini termasuk dalam pembangunan tujuh hub (penghubung) yang diharapkan dapat menekan biaya angkut. Menko Luhut mengatakan Dirjen Perhubungan Laut telah melaporkan penurunan cost nya bisa sampai 35% malah bisa sampai 55% kalau dipindahkan ke pelabuhan ini.

“Selama ini kan direct call kita ke Singapura. Transhipment. Tidak perlu kita ke situ. Bagaimana kalau misalnya kita alihkan ke Jakarta, disitu kita buat fasilitas seperti di Singapura. Itu bisa mengurangi 35% dari cost kita. Malah ada beberapa item 55% yang berkurang. Agar lebih efisien, kompetitif,” jelasnya. 
Pelabuhan Kuala Tanjung rencananya akan menjadi Pelabuhan Hub Internasional dengan berbagai fungsi. Salah satunya yaitu menyediakan lahan untuk kawasan industri.

Kedaulatan Maritim

Sebelum bertolak ke Jakarta, Menko Luhut menghadiri "Forum The Next Generation Entrepreneurs" yang dilaksanakan di Politeknik Wilmar, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kepada para peserta Ia memaparkan kondisi perekonomian Indonesia serta perkembangan pembangunan infrastruktur kemaritiman terkini.

“Kita ini ditakdirkan untuk untuk menjadi negara kepulauan terbesar di dunia. Kalau kita lihat di utara ini ada Samudera Pasifik, di selatan ini ada Samudera Hindia. Jadi kita harus bisa memanfaatkan kelebihan kita. Kita punya tiga ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bertahun-tahun tidak diurus. Orang lewat di tempat kita, tidak bisa kita awasi. Orang ambil aja ikan disini, sekarang kami membuat program integrated fishing industry di daerah Natuna ini. Be kerja sama dengan AL, Bakamla, KKP,” papar Menko Luhut. 
Ia menjelaskan pentingnya hal ini agar tidak ada yang mengklaim traditional fishing ground di ZEE Indonesia.

Menjawab pertanyaan seorang pelajar tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, Menko Luhut mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang mengintegrasikan dan mengharmonisasi peraturan demi efisiensi. Sehingga ia optimis pada tahun 2024 GDP Indonesia bisa berada pada USD 2 triliun dengan pertumbuhan sejuta 7%.

“Tahun 2024 mungkin bisa mencapai 8-9%. Tadi ada pertanyaan kapan negara kita bisa disebut negara maju, kalau kita bisa maintain itu selama 10 hingga 20 tahun. Saat itulah kita akan keluar dari apa yang disebut sebagai middle income trap. Kalau kita sudah keluar dari middle income trap, tinggal satu langkah lagi kita akan jadi negara maju,” ujarnya menjawab pertanyaan peserta.

Ia menjelaskan indonesia masih butuh mungkin 20 hingga 30 tahun lagi untuk mencapai itu. Badan-badan ekonomi dunia sepertinya Bank Dunia, IMF, WEF, dll mengatakan Indonesia akan masuk ke empat besar ekonomi dunia pada tahun 2030 atau 2045.

“Itu zaman kalian semua. Mereka bilang karena Indonesia ini punya semua, tapi mereka bilang dengan satu kondisi Indonesia harus stabil,” ujarnya. (*/hrp)



 
Berita Lainnya :
  • Menko Luhut: Masyarakat Harus Jaga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Masuk Tiga Besar LSI, Abi Bahrun Mohon Doa dan Dukungan Jadi Balonbup Bengkalis
    02 Saat Terparkir di Dalam Rumah, Motor Milik Pemred Parasriau.com Diembat Pencuri
    03 Dari 563 Universitas di Indonesia, Unilak Peringkat 191 Versi 4ICU
    04 Menjadi Konstituen Dewan Pers, SMSI Satukan Perusahaan Pers di Era Baru
    05 Rakor Virtual PPID se Riau, Komisi Informasi Himpun Berbagai Persoalan Penanganan Covid-19
    06 Terkait Lonjakan Rekening Listrik, Ini Penjelasan PLN
    07 Kembangkan Perikanan Darat, PWI Riau Peduli Konsultasi ke Diskanlut Riau
    08 Besok, Perwako Perilaku Hidup Baru Diserahkan ke Gubri
    09 Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Serahkan BLT Dana Desa ke Warga Banjar Panjang
    10 Bob Saril: 60 Persen dari Lonjakan Tagihan Akan Dibagi Rata Dalam 3 Bulan ke Depan
    11 Susun Grand Design Sagu Nasional, Meranti Jadi Model Utama
    12 Pemkab Meranti dan KPU Bahas Pilkada Serentak 2020
    13 Saat Menyadap Karet, Warga Sepahat Diserang Harimau
    14 Seluruh Belanja Kementerian/Lembaga Diturunkan Rp50 Triliun
    15 Kementerian ESDM Memastikan Tarif Listrik Periode Juli-September 2020 Tidak Naik
    16 MUI Sumbar Minta Kominfo Pusat dan Cybercrime Cabut Injil Berbahasa Minang di Google Playstore
    17 Disdikbud Meranti Keluarkan SE Perpanjangan Belajar di Rumah Bagi Siswa
    18 Dua Perwira Polresta Pekanbaru Disertijabkan
    19 Polwan Polresta Pekanbaru Beri Bantuan Sembako ke Warga yang Belum Tersentuh Bansos
    20 Telah Hadir, COPEK Adalah Aplikasi Ojol 100% Anak Negeri Bumi Jalur Kuansing
    21 Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas
    22 Irwan: Itukan Baru Menurut Berita-Berita Selentingan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public