Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 01 Agustus 2020
 
Kantor PWI Aceh Tenggara Dibakar OTK
Atal: PWI Pusat Berharap Polisi Cepat Mengusut Kasus Ini

Editor: | Kamis, 01 Agustus 2019 - 17:27:28 WIB
Ketua Umum PWI Atal S Depari.

Jakarta, Hariantimes.com - Kantor PWI Aceh Tenggara di Kutacane, Aceh dibakar Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (01/08/2019) dini hari.

Pembakaran terhadap kantor organisasi wartawan terbesar dan tertua di Indonesia itu merupakan bentuk ancaman terhadap kemerdekaan pers dan teror terhadap wartawan. 

Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk memerintahkan Kapolda Aceh dan jajarannya agar bertindak cepat mengusut kasus tersebut.

Di samping itu, PWI juga kembali mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk tetap menghormati hukum dan tidak menghalangi kerja wartawan dengan cara melakukan teror. Apabila ada pihak-pihak yang keberatan atas suatu karya jurnalistik, sebaiknya menempuh jalur hukum atau menyampaikan hak jawab kepada media yang memberitakan.

“Saya kira, pembakaran kantor PWI Aceh Tenggara sebagai bentuk tindakan main hakim sendiri. Tindakan teror dalam apapun alasannya tidak bisa dibenarkan. PWI mengecam tindakan barbar tersebut dan meminta Bapak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk memastikan jajaran kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” ujar Ketua Umum PWI Atal S Depari di Jakarta, Kamis (01/08/2019).

PWI pusat, sebut Atal, telah meminta masukkan dari PWI Provinsi Aceh terkait kasus pembakaran kantor PWI Aceh Tenggara tersebut. Dari laporan tersebut, PWI Pusat berharap polisi cepat mengusut kasus ini dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat dan motif di balik pembakaran itu.

Sebelumnya, PWI Pusat juga telah meminta polisi untuk segera mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, di Kutacane, Aceh Tenggara.
Rumah Asnawi Luwi diduga dibakar orang tak dikenal, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 02:00.  

Asnawi Luwi selama ini dikenal sebagai wartawan yang kritis dalam membuat berita, terutama terkait kasus illegal logging dan proyek-proyek bermasalah di Aceh. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tetapi, rumah Asnawi Luwi ludes dilalap si jago merah. Polisi dari Polres Aceh Tenggara telah melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tersebut

Teror Wartawan Aceh

Teror terhadap pekerja pers di Kabupaten Aceh Tenggara mengarah kepada tindakan brutal dan barbar dan tidak bisa didiamkan.

PWI Aceh meminta kepada Kapolda Aceh untuk menurunkan aparatnya, mengusut tuntas dan menangkap para pelaku teror tersebut.

Teror terhadap wartawan dilakukan oleh OTK dengan berupaya membakar kantor PWI Aceh Tenggara di Kutacane, Kamis (01/08/2019) dinihari tadi. 

Sehari sebelumnya, OTK diduga juga membakar rumah dan mobil milik wartawan Harian Serambi Indonesia, hingga hangus dan tinggal puing.

Sekretaris PWI Aceh Aldin NL mengatakan, tindakan para peneror itu sudah di luar batas kemanusiaan dan mengarah kepada tindakan bar-bar.

"Untuk itu, kami minta Polda Aceh untuk membantu Polres Aceh Tenggara mengungkap kasus pembakaran kantor PWI dan pembakaran rumah wartawan Harian Serambi Indonesia," uar Aldin seraya mengimbau masyarakat, bila keberatan dengan suatu pemberitaan di media massa, dapat menggunakan Hak Jawab melalui saluran yang dibenarkan oleh Undang-undang. Wartawan, kata Aldin, dalam menjalankan tugasnya, dilindungi oleh Undang-undang No.40 tahun 1999, tentang Pers.

“Wartawan itu bekerja secara profesional dan mempedomani kode etik. Jadi bila ada yang keberatan dengan pemberitaan media, silahkan menggunakan Hak Jawab, bukan dengan cara bar-bar. Kami mengecam keras segala tindakan teror,” tutur Aldin.

Menurut Aldin semakin jelas indikasinya bahwa pembakaran rumah wartawan Harian Serambi Indonesia dan pembakaran kantor PWI Aceh Tenggara, terkait dengan pemberitaannya. Karena sasarannya memang ditujukan kepada wartawan sebagai pribadi dan organisasi.

Informasi dari pengurus PWI Aceh Tenggara, selama ini wartawan di Kutacane. Aceh Tenggara kritis terhadap sejumlah masalah, seperti ilegal loging, galian C hingga kasus kasus hukum lainnya. Diduga aksi pembakaran di rumah wartawan Serambi Indonesia. 

Asnawi Luwi dan kantor PWI Aceh Tenggara ada relevansi dengan kerja kerja jurnalis di daerah itu..

PWI Aceh juga sudah melaporkan peristiwa pembakaran itu ke PWI Pusat dan pusat minta polisi harus sering ungkap siapa pelaku dibalik pembakaran itu.(*)


Editor : Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Atal: PWI Pusat Berharap Polisi Cepat Mengusut Kasus Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wagubri: PSBB Dihentikan, Masyarakat Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan
    02 Indra Yovi: Kasus Covid-19 di Riau Sudah Mendekati Normal
    03 Akun Facebook Waka DPRD Kuansing Dibajak, Yasin : Besok Kita Lapor Polisi
    04 Petugas PLN UP3 Rengat Berjibaku Siang Malam Memulihkan Sistem Kelistrikan di Reteh
    05 Masrul : Libur Sekolah Diperpanjang
    06 Ulama Kuansing Minta Gubernur Riau Batalkan Izin Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    07 Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana
    08 Ustadz Dedi : Santri dan Santriwati Kita Tidak Hanya Warga Kuansing
    09 IMM Kuansing : Perlu Kajian Ulang Pelaksanaan Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    10 Status PSST Bandul Diperpanjang 14 Hari
    11 Usman: Dalam Pendistribusian, PLN Menunggu dari Tim Koordinator Lumbung Pangan RW Siaga
    12 Doni: Disinyalir Hanya Diberikan untuk Kecamatan Payung Sekaki
    13 Akibat Layang-Layang, 114 Lokasi di Pekanbaru Sering Padam Listrik
    14 Ada Cacing Belatung, 34 Kaleng Ikan Sarden Merek Poh Sung Ditarik
    15 New Normal, Pemprov Riau Diminta Bergerak Cepat Melakukan Sosialisasi Secara Masif
    16 Enam Ton Beras Bantuan CSR PLN Masih Mengendap di Gudang PT SPM
    17 Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror Terhadap Wartawan Detik.com
    18 PWl Kecam Aksi lntimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Wartawan Detik.com
    19 Pendisiplinan Masyarakat, Personil Polresta Pekanbaru Gunakan Smart Helm
    20 Hadapi New Normal Covid-19, Pemkab Meranti Bersiap Melakukan Sosialisasi ke Masyarakat
    21 38 KK Bukit Lembah Subur Terdampak Covud-19 Terima BLT Dana Desa
    22 Kemenkes Buat Protokol New Normal di Beberapa Bidang
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public