Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Sabtu, 06 Agustus 2020
 
Terkait Adaptasi Perubahan Iklim
Siti Nurbaya: Trend Kekeringan Secara Global Sukar Diidentifikasi

Editor: | Rabu, 02 Oktober 2019 - 23:31:15 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya pada acara Festival Iklim di gedung Manggala Wanabhakti,Rabu (02/10/2019).

Jakarta, Hariantimes.com - Dalam kurun 5 tahun terakhir ini, terdapat kejadian bencana terkait iklim ekstrim. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. 

Salah satu dampak perubahan iklim adalah meningkatnya kejadian iklim ekstrim, yakni meningkatnya kejadian ENSO (El Nino Southern Oscillation), baik berupa La Nina maupun El Nino.

Hal disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya pada acara Festival Iklim di gedung Manggala Wanabhakti,Rabu (02/10/2019).

Menteri Siti mengatakan, fenomena yang terjadi saat ini erat kaitannya dengan hasil kajian para ilmuwan. Dimana perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi kejadian La Nina dan El Nino, yang normalnya berulang dalam perioda 5 hingga 7 tahun menjadi lebih pendek frekuesi kejadiannya setiap 3 hingga 5 tahun. 

"La Nina dapat menimbulkan dampak berupa banjir akibat curah hujan yang tinggi. Sementara El Nino menimbulkan dampak berupa kekeringan ekstrim akibat rendahnya curah hujan," sebut Menteri Siti.

Menurut Menteri Siti, kondisi iklim global menunjukkan kondisi atmosfir maupun laut mengalami pemanasan yang menyebabkan keberadaan dan volume salju serta luasan es berkurang drastis, serta mengakibatkan kenaikan muka air laut. Bahkan, kenaikan muka air laut sejak pertengahan abad 19 jauh lebih besar, dibandingkan dengan laju selama dua milenium sebelumnya Frekuensi dan intensitas kejadian curah hujan yang tinggi akan meningkat secara global. Kondisi suhu ekstrim, termasuk hari-hari panas dan gelombang panas menjadi lebih umum terjadi sejak 1950. 

"Trend kekeringan secara global sukar diidentifikasi. Namun demikian, sejumlah wilayah nampak jelas akan mengalami kekeringan yang lebih parah dan lebih sering. Badai tropis skala 4 dan 5 diperkirakan akan meningkat frekuensinya secara global. Hal tersebut memberikan dampak cukup serius pada  Sumber Daya Air, yakni Perubahan iklim selama abad ke-21 diproyeksikan mengurangi sumber daya terbarukan air dan air permukaan secara signifikan di sebagian besar wilayah subtropis kering. Demikian pula pada ekosistem darat dan air tawar, dimana peningkatan risiko kepunahan terutama karena perubahan iklim berinteraksi dengan stress lainnya seperti modifikasi habitat, over-eksploitasi, polusi, dan spesies invasif," papar Menteri.

Pada skenario emisi medium-tinggi (RCP 4.5, 6.0, dan 8.5), ungkap Menteri, menimbulkan risiko tinggi dalam skala regional berupa komposisi, struktur, dan fungsi ekosistem darat dan air tawar, termasuk lahan basah. Begitu pula pada pesisir dan laut. Dimana sistem pesisir dan daerah dataran rendah akan semakin mengalami dampak buruk seperti perendaman, banjir pantai dan erosi pantai. Sementara pengurangan keanekaragaman hayati laut di daerah-daerah sensitif berdampak pada produktivitas perikanan dan jasa ekosistem lainnya. Sedangkan pada skenario emisi medium-tinggi (RCP 4.5, 6.0, dan 8.5), pengasaman laut menimbulkan risiko besar untuk ekosistem laut, terutama ekosistem terumbu karang.

"Kita di Indonesia, juga tidak luput dari kondisi yg bermasalah  tersebut," kata Menteri.

Hasil studi panel ilmiah menunjukkan, proyeksi kenaikan temperatur rata-rata di wilayah Indonesia sebesar 0.5 hingga 3.92˚C pada tahun 2100 dari kondisi base line tahun 1981-2010. Temperatur udara minimum akan mengalami peningkatan sebesar 0.04 hingga 0.07 ˚C. Artinya, terjadi variasi pergeseran bulan basah dan kering. Sementara intensitas curah hujan yang lebih tinggi dan durasi hujan yang lebih pendek akan terjadi di Sumatera bagian utara dan Kalimantan. Dan curah hujan rendah dan durasi hujan lebih panjang akan terjadi di bagian selatan Jawa dan Bali. 

"Diperkirakan tahun 2100 akan terjadi peningkatan-peningkatan curah hujan tahunan, kecuali di wilayah Indonesia bagian selatan," sebut Menteri.(*)


Editor: Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Siti Nurbaya: Trend Kekeringan Secara Global Sukar Diidentifikasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Jhon Pitte : Kita Lakukan Sosialisasi Instruksi Pak Bupati Mursini
    02 Masuk Tiga Besar LSI, Abi Bahrun Mohon Doa dan Dukungan Jadi Balonbup Bengkalis
    03 Saat Terparkir di Dalam Rumah, Motor Milik Pemred Parasriau.com Diembat Pencuri
    04 Dari 563 Universitas di Indonesia, Unilak Peringkat 191 Versi 4ICU
    05 Menjadi Konstituen Dewan Pers, SMSI Satukan Perusahaan Pers di Era Baru
    06 Rakor Virtual PPID se Riau, Komisi Informasi Himpun Berbagai Persoalan Penanganan Covid-19
    07 Terkait Lonjakan Rekening Listrik, Ini Penjelasan PLN
    08 Kembangkan Perikanan Darat, PWI Riau Peduli Konsultasi ke Diskanlut Riau
    09 Besok, Perwako Perilaku Hidup Baru Diserahkan ke Gubri
    10 Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Serahkan BLT Dana Desa ke Warga Banjar Panjang
    11 Bob Saril: 60 Persen dari Lonjakan Tagihan Akan Dibagi Rata Dalam 3 Bulan ke Depan
    12 Susun Grand Design Sagu Nasional, Meranti Jadi Model Utama
    13 Pemkab Meranti dan KPU Bahas Pilkada Serentak 2020
    14 Saat Menyadap Karet, Warga Sepahat Diserang Harimau
    15 Seluruh Belanja Kementerian/Lembaga Diturunkan Rp50 Triliun
    16 Kementerian ESDM Memastikan Tarif Listrik Periode Juli-September 2020 Tidak Naik
    17 MUI Sumbar Minta Kominfo Pusat dan Cybercrime Cabut Injil Berbahasa Minang di Google Playstore
    18 Disdikbud Meranti Keluarkan SE Perpanjangan Belajar di Rumah Bagi Siswa
    19 Dua Perwira Polresta Pekanbaru Disertijabkan
    20 Polwan Polresta Pekanbaru Beri Bantuan Sembako ke Warga yang Belum Tersentuh Bansos
    21 Telah Hadir, COPEK Adalah Aplikasi Ojol 100% Anak Negeri Bumi Jalur Kuansing
    22 Kapolres Meranti Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public