Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Kamis, 09 Agustus 2020
 
Percepat Penanganan Covid-19
Presiden Jokowi: Yang Paling Tepat Adalah Physical Distancing
Selasa, 24 Maret 2020 - 19:27:27 WIB
Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Hariantimes.com - Pandemi Covid-19  mau tidak mau telah berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. 

Itulah sebabnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 pada Jumat (20/03/2020) lalu.

"Saya memerintahkan kepada semua menteri, gubernur, bupati dan walikota agar memangkas rencana belanja yang tidak prioritas, baik di APBN maupun di APBD," kata Presiden Joko Widodo dilansir Hariantimes.com dari laman facebook Presiden Joko Widodo, Selasa (24/03/2020).

Menurut Presiden Jokowi, anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan, belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, segera harus dipangkas. 

"Dengan landasan hukum yang jelas, kita melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan Covid-19, baik terkait isu-isu kesehatan maupun bantuan sosial untuk mengatasi dampak kehidupan ekonomi yang ditimbulkannya. Dan saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kemarin, hal ini telah saya bahas dengan Otoritas Jasa Keuangan," sebut Jokowi.

Kesimpulannya, kata Jokowi, OJK akan memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit bagi usaha mikro dan usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar, baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank. Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga. Begitu juga terhadap tukang ojek dan sopir taksi yang mengambil kredit sepeda motor atau mobil, serta nelayan yang sedang memiliki kredit perahu. Mereka tidak perlu khawatir dengan angsuran, karena telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun.

"Saya menerima pertanyaan, mengapa kita tidak mengambil kebijakan lockdown saat pandemi corona ini?," ucap Presiden.

Pemerintah, kata Presiden Jokowi, juga telah mempelajari kebijakan setiap negara dalam menghadapi pandemi ini. Setiap negara memiliki karakter, budaya, dan tingkat kedisplinan yang berbeda-beda. 

"Dengan pertimbangan karakter, budaya, dan kedisiplinan itulah, kita tidak memilih jalan lockdown. Di negara kita, yang paling tepat adalah physical distancing, meminta setiap warga menjaga jarak aman satu dengan yang lain. Kalau “jaga jarak” ini bisa kita lakukan dengan disiplin, saya yakin bahwa kita akan bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini. Soal kedisiplinan ini, terutama untuk mereka yang sudah diisolasi. Saya membaca berita, ada yang sudah diisolasi masih membantu tetangga yang mau hajatan, ada yang masih jalan untuk belanja handphone dan ke pasar. Begitu juga kalau dilakukan isolasi terbatas terhadap satu RW atau satu kelurahan, harus dilakukan dengan kedisiplinan yang kuat," papar Presiden Jokowi.

Berdasarkan aporan dari kedutaan besar kita di seluruh dunia melalui Menteri Luar Negeri, ungkap Presiden Jokowi, saat ini Covid-19 telah menyebar di 189 negara. Tiga negara yang baru terjangkit dua hari ini adalah Suriah, Grenada dan Mozambik. Virus corona ini benar-benar pandemi yang sulit dicegah masuk ke satu negara, sampai ke daerah-daerah provinsi dan kabupaten. Itulah sebabnya, menangani Covid-19 semua harus satu visi dan memiliki kebijakan yang sejalan. 

"Saya telah meminta setiap provinsi, kabupaten atau kota menghitung dampak sosial ekonomi dan kesehatan dari setiap kebijakan pemerintah daerah seperti saat meliburkan sekolah, menutup kantor, juga pasar," kata Jokowi.

Sebagai contoh, sebut Jokowi, ketika satu kota hendak memutuskan kebijakan itu, agar dihitung pula berapa orang, berapa pedagang asongan, berapa becak, atau sopir yang akan tidak bekerja, dan lain-lain. Sehingga, dukungan kepada mereka di dalam APBD dalam bentuk bantuan sosial, juga dapat dihitung dan dialokasikan.(*)


Editor: Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Presiden Jokowi: Yang Paling Tepat Adalah Physical Distancing
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pemda Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk 23 Ribu KK
    02 Dampak Pandemi Covid-19, SPS Pusat Dorong Pemerintah Berikan Insentif Khusus ke Perusahaan Pers
    03 Datuk Seri Pebri Mahmud Sampaikan Maklumat Ke Pemangku Adat dan Anak Cucu Kemenakan
    04 Bupati Mursini : Kebutuhan Sembako Keluarga Pasien PDP Ditanggung Pemkab
    05 PGN Serahkan Masker ke PWI Riau
    06 Kapolresta: Setiap Insan Anggota Polri Siap Ditempatkan Dimana Saja
    07 Saat Wabah Corona, Unilak Bagi-Bagi Paket Sembako ke Mahasiswa
    08 Ingin Dapatkan Kartu Pra Kerja, Warga Berkerumun di Kantor Dinas PMTK Meranti
    09 Bupati Irwan Serahkan APD ke Petugas Kesehatan, Ormas dan Petugas Keamanan
    10 Raker Virtual dengan DPR RI, Menteri LHK Paparkan Upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19
    11 Klarifikasi Berita, Ridwan : Gedung Rusunawa Hanya Untuk ODP Ringan, Bukan PDP
    12 Keken : Boleh Dianggarkan Desa Untuk Kebutuhan Sosial Dasar Masyarakat Terdampak
    13 Virte : Kendaraan Yang Sudah Dilelang Sepenuhnya Tanggung Jawab Pemilik
    14 Polresta Pekanbaru Bagikan Paket Sembako ke Masyarakat
    15 Polda Riau Tangkap 5 Pelaku Jaringan Illegal Taping antar Provinsi
    16 Bupati: Jangan Sampai Ada Masyarakat Meranti Tidak Miliki Bahan Pangan
    17 DPD Himperra Riau Bentuk Team 7
    18 Azhar : Harga Sembako Masih Terpantau Standar
    19 Pemkab Naikkan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Jadi Tanggap Darurat
    20 Taman Rekreasi Stanum akan Dijadikan Lokasi Isolasi PDP Covid-19
    21 Covid-19, PWI Riau Peduli dan SPS Bantu 100 Reporter
    22 Diduga Karena Sakit, Selamat Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public