Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 01 Agustus 2020
 
PPI Terbitkan Buku Antologi Puisi Palung Tradisi

Editor: | Sabtu, 12 Oktober 2019 - 00:04:13 WIB
Ketua PPI, Kunni Masrohanti.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menerbitkan buku antologi puisi berjudul Palung Tradisi.

Buku antologi berjudul Palung Tradisi ini akan diluncurkan sempena puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Jakarta tanggal 18 hingga 20 Oktober mendatang di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta

Ketua PPI, Kunni Masrohanti menyebutkan,  penyair yang menulis puisi dalam buku ini adalah mereka yang sudah menyatakan diri bergabung dengan PPI. Dimana ada 26 penyair yang puisinya dimuat dalam buku ini. Semua puisi, sedikit atau banyak, wajib menyentuh hal-hal yang berbau tradisi. Artinya, berbagai kisah, cerita yang menjadi sumber inspirasi dalam puisi tersebut berbau tradisi. 

''Anggota PPI yang sudah tedaftar atau menyatakan bergabung dengan PPI ada 41 orang. Tapi tidak semua mengirimkan puisi, dan memang tidak diwajibkan. Kami hanya menyarankan. Kita maklumi kawan-kawan PPI banyak kesibukan sehingga belum sempat mengirimkan puisi. Tidak mengapa. Ini bukan buku satu-satunya. Insyaallah ke depan masih akan ada buku puisi karya penyair-penyair yang tergabung dalam PPI. Syaratnya wajib tradisi,'' tutur Kunni.

Jika yang boleh mengirim puisi dalam antologi PP hanya anggota PPI, bagaimana dengan yang bukan PPI? Menjawab soalan ini, Kunni menjelaskan, bahwa, yang bersangkutan memang harus dengan ikhlas bergabung terlebih dulu dengan PPI. Itu pun dengan syarat. Salah satu syaratnya wajib memiliki buku puisi, minimal kumpulan bersama atau antologi. 

Tidak ada batas akhir untuk penerimaan anggota PPI, kata Kunni. PPI terbuka untuk siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Siapa yang ingin bergabung, boleh kapan saja, tidak membedakan suku, ras, bahasa atau daerah asal. Saat ini, anggota PPI yang bergabung tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dijelaskan Kunni, PPI hanya salah satu rumah tempat berkumpul penyair perempuan untuk bersama-sama mendorong melahirkan karya puisi.

''Lo, PPI itu kan hanya salah satu wadah, salah satu rumah. Terbuka untuk siapa saja yang mau bergabung. Kapan saja. Kalau tidak bergabung, juga tidak apa-apa. Banyak wadah atau tempat lainnya untuk bergabung para penyair perempuan. Tidak harus PPI. Semakin banyak wadah atau rumah, semakin bagus, semakin ramai dan semarak. Toh intinya sama-sama berkarya,'' beber Kunni.

Kembali ke buku antologi berjudul Palung Tradisi, Kunni juga menegaskan, buku ini lahir dari keinginan bersama seluruh anggota PPI, melalui diskusi dan musyawarah. Bahkan segala biaya sehingga buku ini bisa terbit juga dibicarakan bersama dalam grup Whatsapp PPI. Buku ini, kata Kunni, berbeda dengan buku antologi lainnya. Meski ditulis bersama-sama, tapi semuanya berakar pada hal yang sama, yakni tradisi. 

''Perempuan, ibu, adalah palung tradisi. Dia yang melahirkan dan menjalankan tradisi tersebut. Perkembangan zaman selalu membuat nilai-nilai leluhur dalam tradisi hilang, bahkan tradisi itu sendiri. Perempuan atau ibulah yang harus merawat dan menjaganya. Kami berharap besar, perempuan-perempuan dalam PPI berada di garda terdepan dalam merawat tradisi, kembali kepada tradisi dan menuliskannya dalam puisi-puisi. Upaya kecil menjalankan fungsi sebagai penerima warisan dan mewariskan kembali kepada anak-anaknya melalui jalan sastra ini semoga berarti bagi negeri tercinta, Indonesia,'' kata Kunni.(*)



 
Berita Lainnya :
  • PPI Terbitkan Buku Antologi Puisi Palung Tradisi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    + Indeks Berita +
    01 Akun Facebook Waka DPRD Kuansing Dibajak, Yasin : Besok Kita Lapor Polisi
    02 Petugas PLN UP3 Rengat Berjibaku Siang Malam Memulihkan Sistem Kelistrikan di Reteh
    03 Masrul : Libur Sekolah Diperpanjang
    04 Ulama Kuansing Minta Gubernur Riau Batalkan Izin Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    05 Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana
    06 Ustadz Dedi : Santri dan Santriwati Kita Tidak Hanya Warga Kuansing
    07 IMM Kuansing : Perlu Kajian Ulang Pelaksanaan Pacu Jalur Dimasa Pandemi
    08 Status PSST Bandul Diperpanjang 14 Hari
    09 Usman: Dalam Pendistribusian, PLN Menunggu dari Tim Koordinator Lumbung Pangan RW Siaga
    10 Doni: Disinyalir Hanya Diberikan untuk Kecamatan Payung Sekaki
    11 Akibat Layang-Layang, 114 Lokasi di Pekanbaru Sering Padam Listrik
    12 Ada Cacing Belatung, 34 Kaleng Ikan Sarden Merek Poh Sung Ditarik
    13 New Normal, Pemprov Riau Diminta Bergerak Cepat Melakukan Sosialisasi Secara Masif
    14 Enam Ton Beras Bantuan CSR PLN Masih Mengendap di Gudang PT SPM
    15 Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror Terhadap Wartawan Detik.com
    16 PWl Kecam Aksi lntimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Wartawan Detik.com
    17 Pendisiplinan Masyarakat, Personil Polresta Pekanbaru Gunakan Smart Helm
    18 Hadapi New Normal Covid-19, Pemkab Meranti Bersiap Melakukan Sosialisasi ke Masyarakat
    19 38 KK Bukit Lembah Subur Terdampak Covud-19 Terima BLT Dana Desa
    20 Kemenkes Buat Protokol New Normal di Beberapa Bidang
    21 New Normal akan Diberlakukan pada 6 Daerah di Riau
    22 PA Pangkalan Kerinci Serahkan Penghargaan ke Hakim, Pegawai dan Honorer Teladan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public